Bab
keempat buku ini, terdapat tiga poin utama dalam strategi menulis dan
pertimbangan etis. Yakni menulis proposal
penelitian, dengan berbagai karakteristik yang melekat pada masing-masing
format jenis penelitian, adapun komponen kunci untuk memfokuskan perhatian
pembaca terhadapat proposal penelitian, haruslah disertakannya verifikasi
penemuan, pertimbangan etis (dibahas secara singkat), hasil sementara, dan
bukti manfaat atau tidaknya sebuah proposal.
Selanjutnya,
berkenaan dengan menulis gagasan,
perlu dipertajam dan diperjelas setiap gagasan yang hendak dituangkan, dalam
hal ini pertimbangkanlah teknik penulisan sebagai sarana perbaikan, yakni
menulislah seperti sedang berfikir daripada berfikir tanpa menulis, biasakan
dan buatlah jadwal waktu rutinitas menulis, usahakan semaksimal mungkin agar
gagasan atau tulisan dapat terbaca secara mengalir dari awal hingga akhir,
serta utamakan penggunaan kalimat aktif, verba yang kuat, dan meminimalisir
penggunaan kata secara berlebihan.
Terakhir,
mengenai masalah-masalah etis yang perlu
diatasi. Permasalahan sebelum memulai penelitian berpusat pada kelengkapan
administrasi; ketika memulai penelitian, persoalan yang muncul berkenaan dengan
penyesuaian peneliti dengan lokasi penelitian; kemudian pada tahapan pengumpulan
data, keterjaminan serta perlakuan
terhadap partisipan harus ekstra hati-hati; untuk menganilis data maka
janganlah memihak sebelah atau mengungkapkan dari satu sisi saja, hormatilah privasi
dan anonimitas partisipan; dan pada tahapan
laporan, berbagi, serta penyimpanan data maupun publikasinya, peneliti
harus menjamin validitas data, berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait jika
ingin mempublikasikannya, serta simpanlah data untuk jangka waktu tertentu.
Pada
kesempatan kali ini, sungguh banyak pelajaran baru yang saya dapatkan dari
strategi menulis dan pertimbangan etis. Utamanya, pembahasan tentang penerapan
koherensi untuk menambah hasanah keterbacaan naskah. Dimana latihan hook and eye-nya Wilkinson tentang
penghubungan gagasan-gagasan dari kalimat satu ke kalimat lain dan dari
paragraf satu ke paragraf yang lain pula, memberikan pencerahan kepada saya
yang notabene selama menulis di berbagai jenis karya tulisan, mengalami
kesulitan dalam hal pengkaitan kalimat serta paragraf, alhasil, tulisan saya
selama ini masih bersifat kaku dan perlu dibaca berkali-kali untuk dapat
dipahami, terlebih bagi pembaca pemula yang belum terbiasa dengan bahasa-bahasa
akademik atau formal.
Menarik sekali pembahasan bab keempat ini, kiranya penggunaan teknik hook and eye akan saya uji cobakan dengan segera di berbagai tulisan rutinan. Latihan intensif perlu digalakkan, disertai dengan pemadatan jadwal menulis, pencarian serta penuangan ide-ide inspiratif, segar, dan menarik, sebagai bentuk tanggung jawab seorang akademisi. Dan pada akhirnya, sebagai langkah awal untuk menyelesaikkan tugas akhir tesis secara baik.


0 komentar:
Posting Komentar
Silakan