Bagian
pendahuluan dalam setiap naskah mempunyai pengaruh yang cukup besar, terlebih
pada karya ilmiah seperti artikel, jurnal, skripsi, tesis, dan disertasi. Hal
inilah yang membedakan antara penulis atau peneliti tingkat pemula dan yang telah
mahir. Biasanya, peneliti pemula akan menghasilkan naskah pendahuluan dengan
tergesa-gesa, menggambarkan objek kajian secara general dan mengambang-abstrak.
Lain halnya dengan peneliti yang telah mahir, naskah pendahuluan dijadikannya
sebagai momentum awal bagi pembaca untuk memahami arah penelitian yang akan
disajikan, seolah-olah pembaca tersugesti dengan pertemuan pertama (bagian
pendahuluan). Jadi, dalam rangka mengolah dan menyajikan bagian pendahuluan, John
W. Creswell memberikan petunjuk singkat model defisiensi pendahuluan (deficiency model of an introduction) yang dapat diterapkan pada penelitian
dengan jenis pendekatan apapun.
Model
ini terdiri dari lima bagian yang dapat disusun menjadi satu paragraf saja,
jika dimaksimalkan penggunaannya bisa mencapai dua halaman pembahasan. Lima
bagian tersebut meliputi masalah
penelitian, tampilkanlan secara jelas masalah yang akan diangkat,
pentingnya masalah tersebut untuk diteliti, penjelasan masalah inheren dengan
jenis penelitian dan jelaskan berapa banyak masalah yang diangkat; penelitian sebelumnya yang membahas masalah
tersebut, tampilkanlah sejumlah literatur terkait secara komunal dan
seleksilah literatur yang dipublikasikan tidak lebih dari 10 tahun lalu; kekurangan (deficiences) dalam penelitian
sebelumnya, tunjukkan secara spesifik kekurangan dalam penelitian yang
sudah ada, lalu tentukan bidang atau ranah tertentu yang belum dikaji, dan
posisikan penelitian yang akan diangkat dengan meninjau celah yang kosong; pentingnya penelitian untuk audiens tertentu
dan tujuan penelitian, terangkanlah
tiga atau empat alasan rasionalisasi tentan penelitian yang diangkat berkaitan
dengan sumbangan akademis, kontribusi untuk peningkatan program tertentu
serta pengaruh terhadap peningkatan
sebuah kebijakan tertentu.
Menarik, bagian pendahuluan sebuah naskah, yang notabene saya ketahui hanya berisi tentang alasan logis sebuah penelitian itu diangkat, namun dijelaskan pada bab ini dengan penjabaran yang lebih luas. Dalam hal ini, lima komponen pendahuluan untuk meningkatkan kualitas naskah harus menjadi pedoman penyusunan penelitian selanjutnya (tesis). Utamanya, pentingnya penelitian untuk audiens harus saya kuasai tentang pemahaman, maksud, serta teknis penerapannya di dalam penelitian.


0 komentar:
Posting Komentar
Silakan