Bab
tiga buku ini menjelaskan tentang pengertian, makna, fungsi-kegunaan, tujuan,
cara dan tips perihal teori penelitian. Penggunaan teori pada penelitian metode
kuantitatif lebih bersifat sebagai dasar pijakan kerangka penelitian,
dikarenakan penelitian kuantitatif memang untuk menguji atau memverifikasi
suatu teori ketimbang mengembangkannya. Dalam membangun teori, seorang peneliti
perlu memahami variabel-variabel dan jenisnya yang dipakai. Penyajian teori
dalam penelitian kuantitatif dapat berupa hipotesis-hipotesis yang saling
berhubungan, pernyataan “jika-maka” dan bentuk visual, pemakaian dari ketiga
jenis ini disesuaikan dengan kerangka penelitian (kemudahan bagi peneliti). Dan
dalam penempatan teori penelitian kuantitatif berciri khas deduktif (umum ke
khusus) serta meletakannya di awal proposal (fenomenologi).
Kemudian,
ciri khas penggunaan teori dalam penelitian metode kualitatif lebih ditegaskan
dengan tujuan yang hendak dicapai (etnografi kritis, dan grounded theory), diantaranya teori hanya digunakan sebagai penjelasan
atas perilaku dan sikap tertentu, para peneliti sering menggunakan perspektif
teoretis sebagai panduan umum untuk meneliti kelas marginal, teori digunakan
sebagai poin akhir penelitian, dan
bahkan beberapa penelitian kualitatif tidak menggunakan teori yang terlalu eksplisit. Logika yang
dipakai dalam penelitian kualitatif bersifat induktif (khusus ke umum).
Terakhir, penggunaan teori dalam peneltian metode campuran dapat diterapkan
secara deduktif maupun induktif, dengan kerangka kerja model ilmu sosial
(sebagai acuan dalam menyusun kerangka penelitian sesuai bidang kajian) dan
paradigma transformatif (untuk mengamati ketimpangan sosial di masyarakat dan
hasilnya berpihak kepada kelompok untuk melakukan perubahan kearah perbaikan).
Penggunaan teori di berbagai jenis metode penelitian mempunyai karakter sendiri dalam penerapan dan cara pandang peneliti untuk menggunakannya, di sini ditemukan beberapa diksi baru dan definisi terkait, seperti variabel ntervening atau mediating, moderating, control dan confounding, serta metafora pelangi (metaphor of a rainbow). Penyajian teori juga bisa dalam bentuk visual, paradigma penggunaan teori dengan pendekatan deduktif maupun induktif, serta terdapat penerapan kerangka kerja teori metode penelitian campuran dengan cara ilmu sosial dan transformatif. Bab ini menyajikan penerapan teori dengan berbagai pertimbangan kriteria yang harus dipenuhi agar tepat guna dan sesuai dengan penelitian, sangat membantu untuk merumuskan kajian literatur maupun penerapan dilapangan dengan berbasis ataupun berbekal teori penelitian.


0 komentar:
Posting Komentar
Silakan