![]() |
ilustrasi dinasti Andalusia : zuhrotul nafisah /
bincangsyariah.com |
Nabi Muhammad Saw., mengutus para sahabatnya ke berbagai wilayah dibelahan dunia, tujuannya untuk menebarkan agama Islam yang rahmatan lil ‘alamin,
seperti diutus ke kerajaan Byzantium. Selanjutnya, agama Islam
masuk di berbagai belahan Eropa, khususnya di Andalusia, Spanyol, dengan membawa perubahan
yang sungguh menakjubkan. Hal ini dapat terlihat dari berbagai kemajuan yang terjadi pada masa
itu, di satu sisi sedang terjadi kegelapan ilmu di
Eropa, sedangkan Islam di
Andalusia justru berkontribusi banyak di berbagai
aspek kehidupan manusia, seperti pada bidang ilmu pengetahuan, pemerintahan,
dan militer.
Pada bidang ilmu pengetahuan misalnya, banyak terlahir para
cendekiawan muslim kala itu, dari yang namanya Ibn Khaldun –selaku bapak filsafat Islam– sampai
dengan Al-Jabr, selaku pencetus teori al-jabar di bidang
matematika. Di
bidang kimia, bidang arsitek, ilmu tanah, dan ilmu perbintangan, semua ilmu itu lahir dalam sejarah Islam dengan ditandai berdirinya universitas Andalusia, yang mampu menyaingi Universitas di Baghdad.
Penemuan kertas, tinta, dan ilmu kesehatan pun
tak luput dari peran cendekiawan muslim di sana, yang dampaknya menyentuh pada
perubahan wilayah Eropa, dari zaman kegelapan menuju zaman pencerahan, setelah sebelumnya
terkungkum dogma agama yang ditimbulkan oleh para pendeta melalui ajaran
Kristen.
Untuk itu, umat muslim di zaman sekarang
hendaknya melihat sejarah keemasan Islam kala itu, yang telah terjadi beberapa
abad silam, untuk dijadikan referensi rujukan dalam basis keilmuan. Dimana, betapa
hebatnya para cendekiawan muslim, melalui agama Islam sebagai agama yang
menebarkan kasih sayang dan memberikan kontribusi kepada dunia di berbagai
aspek kehidupan.


0 komentar:
Posting Komentar
Silakan