, , , ,

Dwi Bahasa (Multilingual)

Pengorganisasian sistem linguistik multilingual di otak

Dalam banyak kasus, menunjukkan bahwa ada variabilitas di antara orang-orang tentang bagaimana kemampuan bilingual direpresentasikan di otak, tetapi juga dalam beberapa kasus lain, setiap bahasa diwakili oleh sebagian jaringan saraf otak yang berbeda. Dalam area kortikal yang sama, kedua bahasa itu menjadi satu, dengan memperhitungkan kemampuan fasih seseorang untuk menggunakan kedua bahasa tersebut secara bergantian. Namun, secara umum nampak bahwa ketika seseorang memperoleh bahasa yang kedua di fase kehidupannya, maka kedua bahasa tersebut menggunakan jaringan safar yang sama (Passer dan Smith 2009).

Disamping itu, pemerolehan bahasa pertema sangat dipengaruhi biologi dan lingkungan. Diantara faktornya seperti

1)      Akar Biologis

Beberapa fakta menunjukkan bahwa bayi kecil, meskipun kemampuan berpikirnya terbatas, namun sudah mulai menguasai bahasa sejak dini tanpa instruksi terlebih dahulu. Selain itu, terlepas dari perbedaan mereka pada tingkat fonem, semua bahasa dewasa di seluruh dunia mempunyai karakteristik struktural yang mendasari secara umum. Penguasaan bahasa dengan itu menunjukkan fakta bahwa proses biologis berpengaruh pada proses lingkungan belajar.

2)      Proses Pembelajaran Sosial

Selain pengaruh biologis, pembelajaran sosial pun turut mempengaruhi dalam perolehan bahasa. Sejak awal, orang tua menarik perhatian anak mereka dengan berbicara melalui intonasi nada bervariasi sesuai kebutuhan. Orang tua juga mengajari berbagai kata dengan menunjukkan objek dan sekaligus menamainya, sehingga peran orang tua sangatlah signifikan dalam perolehan bahasa anak sejak dini.

 

3)      Waktu Perkembangan dan Periode Sensitif

Dikarenakan faktor biologis dan pembelajaran sosial berpengaruh dalam perolehan bahasa anak sejak dini, akuisi bahasa berlangsung dalam rentang waktu dan periode tertentu secara umum bagi seluruh budaya. Seperti tabel berikut yang mencerminkan perkembangan anak dari tangisan reflektif saat lahir melalui tahapan menderu-deru, mengoceh, dan mengucapkan kata-kata (Passer dan Smith 2009a).

 

Organisir multilingual pada area brain

Menurut Michael W. Passer dkk. Penggunaan bahasa oleh penutur dwi bahasa terorganisir menggunakan jaringan saraf yang sama. Namun, di dalamm aringan umum ini, beberapa wilayah otak menjadi lebih aktif ketika pengguna dwi bahasa yang fasih menggunakan bahasa yang kurang dikenal mereka secara ekstensif (biasanya pada bahasa ke dua). Jadi, meskipun ada pengaruh dalam kedua bahasa, mungkin ini menunjukkan bahwa orang tersebut harus mengerahkan seluruh upaya yang lebih sadar dalam memproses bahasa yang kurang dominan itu. Sebaliknya, orang yang mempelajari bahasa kedua, cukup pada penuturan kedepannya, hal ini menunjukkan lebih banyak variabilitas dalam pola aktivasi saraf penutur dwi bahasa, namun setidaknya, dalam kasus tertentu, terdapat beberapa area otak spesifik yang memproses setiap bahasa yang berbeda (Passer dan Smith 2009).

 

Sumber Referensi

Passer, Michael W., dan Ronald Edward Smith. 2009a. Psychology: the science of mind and behavior. 4th ed. Boston: McGraw-Hill Higher Education.

Passer, Michael W., dan Ronald Edward Smith. 2009b. Psychology: the science of mind and behavior. 4th ed. Boston: McGraw-Hill Higher Education.

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan