, , , ,

Etika, Moral, Akhlak, Dan Budi Pekerti

Secara etimologis, etika adalah ajaran tentang baik buruk, yang diterima umum tetang sikap, perbuatan, kewajiban, dan sebagainya. Etika berkaitan dengan pemikiran dan cara bersikap dalam kerangka pemikiran, etika terdiri dari evaluasi masalah dan keputusan yang diprioritaskan seseorang. Bagi para sosiolog, etika adalah adat, kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu. Namun, bagi Immanuel Kant yang disebut dengan etika adalah sesuatu yang mutlak dilakukan bukan karena apapun tetapi hanya sebatas perbuatan itu saja, karena perbuatan itu muncul dari intuisi manusia yang berupa perintah-perintah, di mana setiap pekerjaan yang dilakukan adalah tugas dari intuisi pelaksanaan yang kemudian melahirkan etika.

Dari penjelasan tersebut dapat dipahami makna etika yang secara garis besar merupakan perbuatan-perbuatan atau sikap yang dilakukan manusia bukan berdasarkan ego pribadi yang bersumber pada kebudayaan. Etika adalah salah satu kaidah untuk menjaga terjalinnya interaksi antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya secara wajar.

Sedangkan moral itu adalah nilai-nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk yang menjadi pedoman dari tindakan etik. Sehingga moral itu sendiri merupakan perbuatan praktikal dari penjabaran tentang etis, oleh karenanya selalu didekatkan dengan pemaknaan susila atau perbuatan kemanusiaan. Dalam kaitannya dengan pendidikan, untuk menciptakan moral yang baik bagi anak adalah menciptakan komunikasi yang harmonis antara orang tua dan anak, karena itu akan menjadi modal penting dalam membentuk moral. Jadi, titik terpenting dalam membentuk moral sang anak adalah lingkungan sekitar rumah, setelah itu lingkungan sekolah dan terakhir adalah lingkungan masyarakat sekitar.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, akhlak diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. Menurut Muslin Nurdin akhlak adalah sistem nilai yang mengatur pola sikap dan tindakan manusia di atas bumi.

Adapun intisari akhlak menurut Abuddin Nata antara lain, pertama, perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang; kedua, perbuatan akhlak adalah perbuatan mudah tanpa adanya pemikiran; ketiga, perbuatan akhlak adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya tanpa ada paksaan atau tekanan dari orang lain; keempat, perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya, bukan main-main atau sandiwara, dan kelima, perbuatan akhlak (akhlak yang baik) adalah perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah, nukan karena ingin mendapat pujian dari orang lain atau ingin dipuji

Secara substansial konsep akhlak sebenarnya merupakan bagian yangtak terpisahkan dengan pendidikan.pada prinsipnya pembinaan akhlak yang merupakan bagian dari pendidikan umum di lembaga manapun harus bersifat mendasar dan menyeluruh, sehingga mencapai sasaran yang diharapkan yakni terbentuknya pribadi manusia yang insan kamil. Dengan kata lain memiliki titik keseimbangan antara aspek dunia dan akhirat. Bagi sebagian pendapat pun akhlak manusia ada yang bersifat fitrah yang tidak bisa di ubah dan sebagian lagi bisa di ubah melalui pendidikan dan pengajaran. Pada tataran ini ilmu akhlak merupakan ilmu terapan yang berusaha mempelajari nilai-nilai keutamaan guna membersihkan jiwa dari tingkah laku bernilai rendah bagaimana menghiasinya dengan perilaku terpuji.[1]



[1] Dr. Manpan Drajat, M.Ag., dan M.Ridwan Effendi, S.Pd.I.,M.Ud., Etika Profesi Guru, (Bandung: Alfabeta, 2014), Hlm. 5-22.

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan