,

Ngeli tapi ora keli


Bagi anda kelahiran tahun 80 dan 90-an pasti masih terngiang memori masa kecil tentang berbagai macam permainan tradisional, apalagi kultur anak-anak pedesaan. Ada namanya jong-jang umpet, cing-ciripit, pasar-pasaran, bola bekel, congkrak, perang-perangan, tulup, egrang, bledugan, sunda-manda, adu jangkrik, dan permainan klasik lain yang tidak kalah serunya. Terlebih, bila musim hujan melanda, momen bermain semakin menantang, dan tak jarang sampai lupa waktu untuk pulang, ya kan?

Permainan-permainan dahulu kala mempunyai sisi positif yang luar biasa, mampu membangun kebersamaan, memahami perbedaan, dan tentunya menyehatkan fisik badan secara alami, tidak ada kamusnya jika strata sosial masuk kedalam permainan, apalagi memonopolinya.

Sekilas gambaran masa lampau-coretan sejarah dari pelaku sejarah.

Usut punya usut, realitas maya masuk ke berbagai sendi kehidupan, bahkan gang tersempit pedesaan pun tidak luput untuk dijarah. Lempar batu sembunyi tangan sudah tidak relevan bagi kalangan kawula, atau bisa jadi malah terkena lemparan batunya orang lain, batunya besar dan tanpa permisi dahulu.

Perlu dipahami jika menyesuaikan zaman memang diperuntukan bagi siapa saja, ditinjau dari peradaban, ada golongan yang menghendaki Islamisasi sendi-sendi kehidupan, Islam sebagai dasar, integrasi-interkoneksi, atau wacana lain yang belum muncul dipermukaan-ditampakan. Silakan memilih dan memilah dari mana dan mau bagaimana kita menyikapinya.

Gini loh, kalo di tempat anda ada sungai bercabang banyak, ada yang airnya bersih, agak bersih, dan kotor. Jika kita diminta untuk berenang di situ, tentu pilihan kita jatuh ke sungai dengan air yang bersih, alternatif pilihan, sungai agak bersih. Menarik jika sungai kotor menjadi sebuah pilihan?

Itu wajar dan umumnya begitu, hanya saja, berhati-hatilah jika ternyata arus di dalamnya deras, pelajari kedalaman dan makhluk-makhluk yang ada di sungai tersebut. Agar tercipta suasana berenang yang nyaman serta membahagiakan, dan disertai kenikmatan dari suguhan aliran air. Ingat, jangan sampai terhanyut!

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan