
Judul
Buku : Islam Sebagai Ilmu
Penulis : Kuntowijoyo
Tebal
Buku : 148 Halaman
Penerbit : Tiara Wacana
Tahun
Terbit : 2007
Sinopsis
Islam
sebagai ilmu, merupakan karya dari Kuntowijoyo, seorang ilmuwan dengan
produktivitasnya dalam hal keilmuwan sebagai penggerak pemikiran islam yang
sarat akan nilai-nilai kenabian. Dalam bukunya konsep yang dibangun dimulai
dengan kegellisahannya terhadap apa yang namanya “Islamisai pengetahuan”,
dimana antara agama dan ilmu seolah-olah terpisah saling berdomisili.
Perubahan
konsep mengacu pada , ayat 110. Perihal nilai humanisasi, liberasi, dan
transendensi. Diisyaratkan sebagai “pengilmuan Islam”, “paradigma Islam”, lalu
“Islam sebagai ilmu”
Pengilmuan
Islam menuju paradigma islam erat kaitannya dengan metode dalam memahami
dasar-dasar hukum Islam sebagai literasi bagi kemanusiaan, dengan kata lain, Al
Quran dan As Sunnah menjadi acuan dalam menhadapi realitas, baik realitas
sehari-hari maupun realitas ilmiah. Dengan kata lain, dari teks menuju ke
konteks sebagai basis pengetahuan hakiki dikalangan ummat manusia pada umumnya
dan umat Islam pada khususnya.
Epistemologi
paradigma Islam, paparan dasar pengetahuan dimulai dari pemahaman tentang
struktur, dan strukturalisme, maksud transendental dan metode strukturalisme transendental.
Pemahaman struktur mempunyai unsur-unsur keseluruhan dengan keterpaduan antar
unsur yang memiliki karakteristik sendiri, perubahan bentuk dengan penambahan
yang menunjang, serta mengatur diri sendiri dengan tetepa mengacu pada
orisinalitas Al quran sebagai sumber otentik dan As Sunnah sebagai rujukan
penunjang. Strukturalisme, keterkaitan anatar unsur sangat ditenkankan dalam
Islam sebagai bentuk totalitas keagamaan, kemudian struktur terdalam dibangun
atas tauhid (kepercayaan penuh) akan
keberadaan Tuhan sebagai motor penggeraknya, serta tidak menutup kemungkinan
akan adanya pertentangan kepentingan Tuhan dan Manusia ketika hukum dijalankan.
Transendental, erat kaitannya dengan kebersamaan manusia dengan Sang Pencipta
sehingga saling bersinergi untuk memberikan gambaran umum konsep ketuhanan baik
dipermukaan bumi maupun di kehidupan selanjutnya. Strukturalisme transendental
adalah wujud nyata dari ilmu pengetahuan murni sebaai wujud nyata dalam
kesidupan keseharian, meliputi kesadaran kolektif, kesadaran sejarah, kesadaran
adanya fakta sosial kesadaran adanya masyarakat abstrak, serta kesadaran
perlunya objektifikasi. Hal ini menampakan bahwa kebenaran yang tertuang dalam
kitab, secara nyata dapat dirasakan sekaligus nampak dalam kehidupan,
mengurangi keberadaan Islam yang bersifat garang, seperti melihat
segalapersoalan secara legalistik (halal-haram) dan egosentris.
Metodologi
pengilmuan Islam. Metodologi dalam proses pengilmuan Islam terbagi menjadi
integralisasi dan objektifikasi, artinya pengintegralisasi kekayaan keilmuan
manusia dengan wahyu, serta objektifikasi sebagai bentuk akan pengilmuan Islam
yang rahmat untuk seluruh orang. Bahasan mengenai integralisasi dapat dipahami
dari perbedaan antara ilmu-ilmu secular dan ilmu-imu integralistik yang mana
antara keduanya mempunyai alur sendiri. Bahasan mengenasi objektifikasi termuat
dalam objektifitas bagi manusia dengan gejala subjektivitas yang
melatarbelakangi, serta menghindari sekularisasi dan dominasi, kemudian
objektifikasi ini mempunyai sifat berkesinambungan dan mempunyai waktu
(periodesasi).
Etika
paradigma Islam. Mencerminkan bahwa tujua akhir paradigma Islam tidak
menjadikan sekular bagi dunia keilmuan sebagaimana kondisi di dunia barat,
akhir dari kesemuanya adalah mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha
Abadi, lalu kemudian perlunya
keterlibatan dalam sejarah kemanusiaan, yaitu humanisasi, liberasi, dan
transendensi. Paradigma Islam tidak menjatuhkan subjektivitas keilmuan yang
terlah terbentuk, melainkan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan bagi
kritik terhadap diri sendiri, artinya tidak serta merta menolak ilmu secular
sebagai basis kuat bagi kebanyakan ilmuwan muslim. Paradigma Islam akan selalu
kritis terhadap perubahan sepanjang waktu.
Paradigma
Islam sebagai kritik peradaban modern. Bahwasannya Islam sejalur dengan modern
tanpa kehilangan jati dirinya sebagaimana cita-cita renaisans dan munculnya
sekularisme, serta mampu memecahkan problem manusia modern dalam segala sendi
dengan konsep Islam tentang mannusia dan mempunyai misi pembebasan.
Kelebihan
Sebuah
karya pencerahan dalam dunia keilmuan yang mempunyai konsep besar dalam perihal
memahami ilmu secara hakiki. Secara keseluruhan bahasan setiap bagian
menunjukan kekuatannya sendiri yang saling berkesinambungan terhadap pembahasan
berikutnya, mempunyai banyak makna, serta kajian yang sangat mendasar bagi para
pembaca yang masih awam akan konsep keilmuan dalam Islam.
Kekurangan
Bahasan
mengenai beberapa persoalan masih menggunakan bahasa yang perlu direnungi beberapa
kali, sehingga kalaupun pemahaman belum jelas, maka kedepannya menjadi kabur
tentang penyampain informasi yang tersedia.

0 komentar:
Posting Komentar
Silakan